Persiapan KPR
7 menit baca

Pertanyaan Seputar Kredit Rumah

KPR Academy
9 views

Kumpulan pertanyaan paling sering ditanyakan tentang pengajuan KPR, dokumen, proses analisa bank, cicilan, bunga, dan tips agar KPR disetujui.

Pertanyaan Seputar Kredit Rumah

Halo Sobat KPR. Kali ini kita membahas kumpulan pertanyaan tentang KPR yang paling sering ditanyakan ke KPR Academy. Untuk kamu yang baru akan mengajukan KPR, baca sampai selesai supaya lebih siap.


Pertanyaan 1

Bagaimana cara mengajukan kredit rumah atau KPR?

Ada dua cara mengajukan KPR:

  1. Langsung ke bank, baik online atau datang ke cabang.
  2. Lewat agregator KPR seperti kpracademy.com, supaya kamu dapat penawaran KPR yang paling sesuai dengan profil kamu.

Layanan agregator sangat membantu karena proses screening dan pemilihan bank akan dilakukan secara otomatis berdasarkan data kamu.


Pertanyaan 2

Apa saja dokumen yang diperlukan untuk pengajuan KPR?

Setidaknya ada tiga kelompok dokumen yang harus disiapkan:

A. Dokumen pribadi

  • KTP
  • NPWP
  • Kartu Keluarga
  • Akta Nikah

B. Dokumen finansial

  • Rekening koran 3 bulan
  • Slip gaji
  • Surat keterangan kerja
  • Surat izin usaha (untuk wiraswasta)

C. Dokumen properti

  • Copy sertipikat
  • Copy IMB atau PBG
  • Copy PBB

Semua dokumen properti bisa diminta ke pihak penjual.


Pertanyaan 3

Bagaimana cara bank menilai kemampuan keuangan saya?

Bank melihat perbandingan antara:

  • penghasilan bulanan kamu
  • biaya hidup kamu
  • sisa kemampuan bayar

Selisih antara penghasilan dan biaya hidup itulah yang dinilai apakah cukup untuk membayar cicilan KPR.

Catatan penting:
Bank tidak langsung percaya angka biaya hidup versi kamu. Analis memiliki metode sendiri untuk menilai besar biaya hidup yang wajar.

Pertanyaan seputar KPR 1.png


Pertanyaan 4

Berapa besar porsi cicilan KPR yang masih bisa disetujui bank?

Umumnya cicilan KPR berada di angka maksimal sepertiga dari penghasilan bulanan.
Namun saat ini ada beberapa bank yang memperbolehkan cicilan:

  • sampai 40 persen
  • bahkan 50 persen atau lebih

Tapi ini hanya berlaku untuk penghasilan besar, biasanya di atas 20 sampai 30 juta per bulan. Ini bukan aturan umum dan tergantung kebijakan bank.

Kalau kamu butuh porsi cicilan sampai 50 persen dan penghasilanmu sudah memenuhi syarat, ajukan melalui kpracademy.com supaya kami bisa bantu prosesnya.


Pertanyaan 5

Bagaimana tips agar pengajuan KPR bisa disetujui?

Ada tiga poin penting:

Poin 1. Riwayat pinjaman aman
Bayar semua pinjaman tepat waktu dan gunakan kredit dalam batas wajar. Tidak punya riwayat pinjaman sama sekali juga belum tentu dianggap bagus, karena kondisi tanpa kredit kadang dinilai tidak wajar oleh analis.

Poin 2. Kemampuan bayar kuat
Hal ini sudah dijelaskan pada Pertanyaan 3.

Poin 3. Rumah yang dibeli marketable
Properti yang dijadikan jaminan harus mudah dijual kembali. Properti dengan risiko tinggi seperti dekat kuburan, dekat SUTET, atau akses sangat sempit bisa membuat bank menolak pengajuanmu.


Pertanyaan 6

SLIK Checking saya buruk. Apa benar tidak mungkin dapat KPR?

Tergantung seberapa buruknya dan apakah masalah itu sudah diselesaikan.

  • Jika tunggakan masih ada dan belum dibereskan, bank mana pun tidak akan menyetujui pinjaman, baik bank, multifinance, maupun pinjol.
  • Jika sudah dilunasi, biasanya kamu butuh waktu 1 sampai 2 tahun untuk kembali bisa mengajukan pinjaman.

Tapi jangan berharap disetujui oleh bank dengan bunga murah. Lebih mungkin disetujui oleh bank yang selera risikonya lebih longgar.


Pertanyaan 7

Berapa lama proses KPR sampai dapat persetujuan?

Lebih tepatnya kita bahas berapa lama sampai mendapat keputusan KPR.

Waktunya biasanya:

  • 5 sampai 10 hari kerja atau
  • 1 sampai 2 minggu

Tergantung:

  • kerumitan analisa
  • antrian pengajuan di bank
  • kecepatan kamu menyediakan / merespon permintaan analis kredit

Jenis-Suku-Bunga-KPR---Part-1-p-500.jpeg


Pertanyaan 8

Bagaimana cara memilih bunga yang paling tepat?

Pasti banyak yang berpikir kalau untuk pilih bunga bank, paling gampang pilih yang bunganya paling kecil. Itu biasanya jawaban orang awam yang pemahaman KPRnya hanya “tipis-tipis”. Padahal yang penting dipertimbangkan adalah bagaimana rencana keuangan jangka panjangmu. Jadi misal kalau memilih ambil bunga Fix 3 tahun atau bunga Fix 5 tahun atau bunga Fix yang berjenjang selama 10 tahun, pertimbangkannya adalah kapan kira-kira kamu bakal lakukan pelunasan dipercepat, apakah dalam waktu 3 tahun atau 5 tahun atau lebih panjang lagi? Kalau kamu belum ada bayangan kapan bisa melakukan pelunasan dipercepat, baik itu sebagian atau seluruhnya, maka kamu bisa pertimbangkan ambil bunga fix berjenjang selama 10 tahun ya.

Sebagai catatan tambahan, baiknya hindari menggunakan bunga fix 1 atau 2 tahun, karena kamu bakalan ketemu dengan bunga floating cepet banget dan angsuran kamu kemungkinan bakal naik lebih besar dari yang kamu bayangkan sebelumnya. Hanya pilih bunga fix tersebut kalau kamu ada rencana menjual atau melunasi KPR dengan cepat.

Selain urusan bunga fix, perhatikan juga soal ‘penalti’... iya betul, itu adalah biaya penalti pelunasan dipercepat. Karena belum lama ini ada sobat KPR yang baru aja “kejebak” sama 1 bank yang mengenakan penalti pelunasan dipercepat di angka 10%. Ini gila banget! Jadi kalau suatu waktu kamu lakukan pelunasan dipercepat, kamu harus bayar biaya tambahan 10% dari nominal yang mau kamu lunasi. Ini sudah masuk ke ranah praktek yang tidak wajar ya...tapi lagi-lagi ini sah-sah saja karena belum ada regulasi yang membatasi masalah pengenaan penalti pelunasan dipercepat ini. Di jaman sekarang ini kita harus terbiasa tetap waspada dan jangan gampang percaya ya... karena banyak pihak yang mau memanfaatkan kelengahan kita.

Tags:

#KPR#dokumen KPR#SLIK#bunga KPR#pengajuan KPR#tips KPR