Articles

Yuk Kenalan Dengan Bank (2)

          Melanjutkan dari artikel “Yuk Kenalan dengan Bank” bagian pertama, sisi lain dari peran bank adalah sebagai penyalur pinjaman. Dengan bermodalkan dana simpanan (biasa disebut Dana Pihak Ketiga / DPK), bank melakukan pelemparan kredit kepada debitur (istilah yang umum digunakan kepada pihak yang meminjam kepada bank). Tentunya dalam melakukan pelemparan kredit bank akan menerapkan prinsip kehati-hatian karena dana yang digunakan adalah dana simpanan dari nasabah.

           Sebagai contoh ketika kita mengajukan pinjaman ke bank, dalam bentuk apapun termasuk kartu kredit, kemudian permohonan kita tidak disetujui maka jangan baper dulu ya teman-teman. Mari kita coba maklumi dan lihat dari sisi positif-nya karena bank memang harus “ekstra” hati–hati dalam memberikan setiap pinjaman. Dampak dari kekurang hati–hatian dapat membuat bank tersebut tidak hanya mengalami kerugian, namun juga bisa menyebabkan bank tersebut sampai menjadi bangkrut alias tutup. Itulah sebabnya pemerintah mendirikan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk membantu menjamin dana simpanan nasabah, supaya bila ada situasi dimana bank mengalami "kebangkrutan" maka uang atau dana yang kita simpan di bank masih tetap terjamin.

           Back to main topic, jenis pinjaman yang disalurkan bank itu antara lain ada beberapa jenis, diantaranya ada pinjaman untuk modal usaha dan pinjaman untuk kebutuhan konsumtif. Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), Kartu Kredit dan Kredit Tanpa Agunan (KTA) ini semua masuk ke dalam golongan kredit konsumtif. Secara umum, kredit terkait modal usaha memiliki jangka waktu yang lebih pendek dibandingkan dengan pinjaman konsumtif, malahan ada beberapa produk pinjaman modal usaha yang jangka waktunya hanya 1 tahun saja.

Ilustrasi: Bank sebagai penyalur pinjaman
          Nah, setiap kali kita mengajukan pinjaman ke bank, biasanya alasan atau latar belakang mengapa kita mengajukan pinjaman tersebut digunakan oleh bank untuk mengkategorikan jenis pinjaman yang kita ajukan. Hal ini sangat penting bagi bank karena selain berbeda bobot aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR), peng-kategorian ini merupakan salah satu penerapan prinsip kehati-hatian bank.

           Sebagai penutup, ada 1 saran yang sangat penting untuk kita terapkan saat melakukan pengajuan pinjaman kepada pihak bank yaitu bersikap apa adanya. Bersikap terbuka dan jujur pada pihak bank, agar pada saat verifikasi dilakukan oleh analis kredit tidak ditemukan hal – hal "aneh" yang membuat pihak analis untuk menunda proses lebih lanjut atau berpikir pengajuan tersebut memiliki "faktor atau maksud" tertentu atau potensi yang dapat merugikan bank.

           Ingat bahwa pihak bank juga memiliki kebutuhan untuk menyalurkan kredit dan masyarakat juga memiliki kebutuhan. Komunikasi yang terbuka adalah kunci menuju win-win solution bagi kamu dan bank. Terakhir, bila memang kondisi keuangan kita memang masih belum memadai untuk membayar kembali pinjaman, maka sebaiknya kita menunda atau tidak berhutang dahulu kepada bank.
           Nah, sampai disini dulu pembahasan kita seputar perkenalan dengan fungsi dari bank sebagai penyalur pinjaman. Terima kasih atas perhatian dan dukungan teman-teman semua kepada KPR Academy. Follow our social media feeds dan nantikan berbagai artikel informatif selanjutnya seputar aktivitas bank dan ragam produk KPR dari www.kpracademy.info.

Yuk ikutan mailing list KPR Academy

Thank you! Your submission has been received!

Oops! Something went wrong while submitting the form