Articles

Mengenal Jenis Suku Bunga KPR (Part 1)

          Hal yang paling umum menjadi faktor utama bagi kebanyakan orang dalam mempertimbangkan KPR adalah tingkat suku bunga yang ditawarkan bank / lembaga finansial, namun sayangnya tidak semua orang “aware” (baca: sadar) sepenuhnya akan suku bunga KPR yang mereka ambil.

          Dalam artikel ini, kita akan mempelajari jenis-jenis suku bunga KPR yang banyak ditawarkan oleh bank maupun suku bunga yang nantinya akan berlaku. Secara garis besar suku bunga KPR dibedakan menjadi 3 macam yaitu:

1. Suku bunga fix
Suku bunga ini yang biasanya paling banyak diiklankan oleh bank maupun lembaga pembiayaan lainnya, karena biasanya suku bunga ini yang berlaku di awal masa kredit. Suku bunga ini berlaku tetap selama kurun waktu tertentu, misalnya suku bunga 6.5% p.a. fixed 2 tahun, maksudnya adalah suku bunga sebesar 6.5% per tahun (biasa disingkat p.a. artinya per annum atau per tahun) berlaku tetap selama 2 tahun. Setelah jangka waktu 2 tahun berakhir, maka suku bunga akan masuk ke masa suku bunga floating (mengambang atau umumnya digunakan istilah suku bunga penyesuaian / bunga pasar). Di tahun 2018 ini jenis suku bunga fixed yang ditawarkan perbankan antara lain: fix 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun dan 10 tahun (hanya bank tertentu).

2. Suku bunga floating
Suku bunga ini biasanya yang kurang mendapat perhatian, karena sifatnya yang masih jauh dimasa depan (masih beberapa tahun kemudian baru berlaku) sehingga cukup sering tidak terpikirkan oleh kebanyakan orang. Selain itu, meskipun ada diantara kamu yang aware, tidak semua bank mau bersikap transparan untuk tingkat suku bunga ini, sehingga biasanya mereka menutupinya dengan istilah mengikuti suku bunga pasar nanti sehingga saat ini kita tidak tahu besarannya berapa atau teknik-teknik menghindar lainnya sampai kita tidak fokus pada hal itu. Padahal kalo kita amati lebih lagi, komposisi berlakunya suku bunga floating ini biasanya yang paling panjang, sebagai contoh kalo kamu ambil KPR dengan jangka waktu 15 tahun dengan suku bunga fixed selama 5 tahun, maka periode bunga floating yang akan kamu jalani jadi sekitar 10 tahun.

Hal yang lazim terjadi adalah tingkat suku bunga floating ini, karena tidak banyak dipublikasikan, maka besarannya cenderung lumayan tinggi. Kondisi ini yang cukup sering menyulitkan orang-orang dengan penghasilan agak pas-pasan karena saat terjadi perubahan suku bunga dari bunga fixed ke bunga floating maka bukan tidak mungkin besar angsuran yang harus dibayarkan mengalami peningkatan yang besar (bisa saja meningkat hingga 100% dari angsuran saat ini).
Suku bunga floating ini umumnya disebut dengan menggunakan istilah suku bunga penyesuaian, yang mana besarannya bisa direview secara berkala baik itu dalam triwulanan maupun setiap 6 bulan sekali, ini sepenuhnya tergantung pada kebijakan bank (umumnya direview setiap 6 bulan sekali).

Untuk jenis suku bunga KPR yang ketiga, kamu bisa baca di artikel jenis suku bunga KPR bagian kedua.

Yuk ikutan mailing list KPR Academy

Thank you! Your submission has been received!

Oops! Something went wrong while submitting the form