Articles

Hati-Hati Dengan Kondisi Properti Seperti Ini (Part 2)

          Menyambung pembahasan pada artikel sebelumnya (Hati-Hati Dengan Kondisi Properti Seperti Ini – Part 1), masih ada 2 hal lainnya yang penting untuk diperhatikan, yakni mengenai Garis Sempadan Bangunan dan kondisi lingkungan di sekitar properti.

          #4 Properti terkena Garis Sempadan Bangunan (GSB)                      
Pengertian Garis Sempadan Bangunan (GSB) adalah garis batas yang tidak boleh dilampaui oleh bangunan ke arah Garis Sempadan Jalan (GSJ) yang ditetapkan dalam rencana kota. Dalam hal ini, GSB dan GSJ adalah garis yang telah ditetapkan untuk penataan ruang kota, sehingga bila di suatu saat nanti dilakukan penataan ruang, maka setiap bangunan akan disesuaikan dengan kondisi GSB dan GSJ. 

Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan ilustrasi dari gambar berikut ini:


          #5 Kondisi lingkungan di sekitar properti
Sangatlah penting bagi kita untuk memperhatikan kondisi di sekitar properti sebelum mengajukan permohonan pembiayaan KPR ke lembaga pembiayaan. Mungkin ada hal – hal yang bagi kita tidak terlalu menjadi masalah atau hanya sebuah hal kecil, namun bagi lembaga pembiayaan hal tersebut menjadi bahan pertimbangan tersendiri atau menjadi sebuah perhatian khusus.

Misalnya, kedekatan jarak properti dengan rumah ibadah atau kondisi properti pada “tusuk sate”. Dari sisi lembaga pembiayaan pasti akan ada semacam discount (atau pengurangan nilai) saatmenghitung nilai properti tersebut dibandingkan dengan properti lainnya yang tidak dalam kondisi serupa. Hal ini menjadi pertimbangan lembaga pembiayaan karena untuk rumah yang berdekatan dengan tempat ibadah, umumnya pada hari –hari tertentu akan terjadi keramaian di sekitar rumah yang dapat mengganggu ketenangan penghuni.

Untuk kondisi tusuk sate, ya percaya atau tidak percaya, ternyata ada kelompok masyarakat Indonesia yang cukup mempercayai kondisi feng-shui dari lokasi rumah tusuk sate yang dianggap tidak cocok atau tidak ideal sebagai rumah tinggal. Jadi bila Anda tetap berminat untuk membeli properti dengan kondisi tersebut, ada baiknya kita mintakan “discount” (negosiasikan harga jual) terlebih dahulu kepada pihak Penjual. Sehingga kalau pun pada akhirnya terjadi pengurangan nilai properti dari penilaian yang dilakukan oleh lembaga pembiayaan, maka hal tersebut tidak akan banyak mempengaruhi pada jumlah Down Payment yang perlu kita sediakan.

         "Segala hal yang rasanya kurang pas perlu menjadi bahan pertimbangan sebelum memutuskan transaksi property." - OP @KPRAcademy -

Yuk ikutan mailing list KPR Academy

Thank you! Your submission has been received!

Oops! Something went wrong while submitting the form