Articles

Biaya KPR yang lazim (Part 2)

          Menyambung artikel sebelumnya, masih ada 2 jenis biaya lagi yang lazim untuk dipersiapkan saat kita akan mengambil KPR, yaitu:

a. Biaya asuransi kerugian
Biaya yang ini, memang kudu wajib ada karena saat kita melakukan pembelian rumah, maka yang menjadi jaminan bagi pihak bank adalah rumah yang kita beli. Untuk menghindari risiko yang disebabkan rusaknya rumah karena bencana, kebakaran atau hal lainnya, maka pihak bank sudah pasti akan mewajibkan kita untuk menutup asuransi kerugian atas jaminan yang kita berikan. Untuk premi asuransi yang kita telah bayarkan, dalam hal kita melakukan pelunasan dipercepat bisa saja kita mintakan pengembalian sisa preminya karena yang kita bayarkan diawal adalah langsung untuk meng-cover keseluruhan jangka waktu KPR.

b. Biaya asuransi jiwa
Dalam case tertentu, kewajiban untuk cover asuransi jiwa ini dapat dialihkan menjadi menggunakan asuransi jiwa yang sudah dimiliki (dengan syarat dapat dipasang klausula bankers clause) atau bisa juga yang paling ekstrim diperkenankan untuk tidak cover dengan asuransi jiwa. Namun untuk pilihan yang terakhir ini, rasanya agak kurang bijak ya ... karena bila KPR tidak dicover dengan asuransi jiwa, maka bila sampai terjadi sesuatu (amit-amit) bisa jadi ahli waris dari kita yang harus menanggung hutang tersebut. Padahal bila kita mengcover pinjaman KPR kita dengan asuransi jiwa, maka seandainya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan .. otomatis asuransi jiwa tersebut akan digunakan untuk melunasi sisa pokok pinjaman kita yang masih terhutang kepada pihak bank.

Diluar biaya-biaya tersebut yang harus kamu bayarkan ke bank / lembaga pembiayaan, sebenarnya masih ada biaya yang perlu kita siapkan, misal untuk biaya notaris, biaya BPHTB, dan juga biaya APHT.

Cukup banyak juga ya biaya yang harus dipersiapkan?

Nah alangkah baiknya sebelum mengambil KPR, kita terlebih dahulu melakukan perencanaan dengan baik dan matang.


Yuk ikutan mailing list KPR Academy

Thank you! Your submission has been received!

Oops! Something went wrong while submitting the form