Articles

Biaya KPR yang lazim (Part 1)

          Dengan banyaknya ragam penawaran KPR baik dari bank ataupun lembaga finansial lainnya, maka untuk sekadar memberi panduan, berikut adalah biaya-biaya yang lazim dikenakan saat kita mau mengambil KPR, antara lain:

a. Biaya appraisal / Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP)
Biaya ini biasanya langsung ditagihkan di awal di saat kita mengajukan KPR ke bank, namun ada beberapa bank yang menagihkannya di akhir. Praktek yang berbeda ini kemungkinan disebabkan adanya bank yang menggunakan appraisal (baca: penilai) internal bank dan ada juga yang mengandalkan appraisal KJPP agar hasil penilaiannya dapat dikatakan lebih objektif. Tapi mau itu menggunakan pihak ketiga atau pihak internal bank, biaya ini memang lazim ada untuk setiap pengajuan permohonan KPR.

b. Biaya administrasi
Biaya ini adalah yang paling pasti ada, sejauh pengamatan kami tidak pernah ada bank yang tidak mengenakan biaya administrasi ini. Namun tetap penting untuk diperhatikan bahwa biaya administrasi yang lazim ada adalah biaya administrasi yang sekali bayar di depan, sedangkan untuk biaya administrasi bulanan yang dikenakan terus seumur kredit sebenarnya tidak terlalu lazim untuk ada karena sifat dari produk KPR itu sendiri, dimana umumnya setelah akad kredit maka pihak bank akan sangat jarang berhubungan dengan kita (kecuali kalo ada tunggakan). Nah, kalo memang sudah jarang ada komunikasi, maka rasanya kurang tepat bila pihak bank masih tetap membebankan biaya administrasi bulanan terkait KPR.

c. Biaya provisi
Hal ini juga merupakan biaya lain yang juga paling lazim ada. Besarnya sekitar 1% dari total pinjaman yang disetujui. Bila dikenakan lebih, maka tidak ada salahnya untuk bersikap kritis kepada pihak bank.

Yuk ikutan mailing list KPR Academy

Thank you! Your submission has been received!

Oops! Something went wrong while submitting the form