Articles

5 Faktor penting sebelum mengambil KPR (Part 2)

          Faktor ke 4 dan 5 yang penting untuk kamu ketahui adalah:

4. Tingkat Non Performing Loan (NPL) lembaga pembiayaan
NPL secara sederhana dapat diartikan sebagai rasio tingkat kredit bermasalah. Semakin tinggi tingkat NPL-nya, sudah jelas bahwa lembaga pembiayaan tersebut semakin tidak sehat secara finansial karena beban cadangan NPL akan menggerus laba dari lembaga pembiayaan. Yang menjadi concern di sini adalah bila lembaga pembiayaan tersebut tetap mau mencetak laba, maka kemungkinan ada 2 hal yang bisa dilakukan, yaitu meningkatkan volume penjualan atau melakukan penyesuaian tingkat suku bunga dan biaya. Opsi kedua itulah yang perlu kita waspadai ... karena bila kita sudah “akad kredit”, yah kemungkinan besar kita akan perlu memenuhi keinginan dari lembaga pembiayaan.

5. Laporan keuangan lembaga pembiayaan
Hal terakhir yang penting untuk kamu perhatikan bila mau nyaman di pikiran adalah kondisi laporan keuangan dari lembaga pembiayaan. Setidaknya kamu harus perhatikan mengenai kondisi laba perusahaan tersebut selama 2 tahun terakhir, karena bila tingkat labanya kurang baik (dalam arti kata merugi), maka bukan tidak mungkin perusahaan tersebut akan bangkrut atau dimerger dengan perusahaan lain. Nah, disaat bangkrut ataupun merger, biasanya ada proses pengalihan aset (hutang KPR kamu merupakan aset bagi perusahaan tersebut). Nah ... kalo proses pengalihan dokumen aset ada masalah atau ada yang keselip, maka kita jadi ada risiko kehilangan sertipikat /dokumen penting lainnya. Memang sih dari lembaga pembiayaan kemungkinan besar akan mau bertanggung jawab atas terjadinya hal tersebut, namun tentunya kita juga akan jadi rugi “waktu” untuk mengurus hal-hal tersebut.

         Informasi yang ada dalam faktor ke 1, 2 dan 3 merupakan hal minimal yang perlu kamu perhatikan sebelum kamu memutuskan mau mengambil KPR dari lembaga finansial yang mana. Kalo kamu mau jadi lebih “expert“ dan berhati-hati dalam memilih KPR, maka poin yang ke 4 dan 5 menjadi penting untuk kamu pelajari lebih lanjut.

          Selain mengetahui faktor penting dalam mengambil KPR, kamu juga perlu tahu mengenai tahapan proses KPR yang umum berjalan itu seperti apa. Hal ini menjadi sangat penting, karena biasanya disaat kamu bayar tanda jadi atau melunasi DP pembelian rumah maka pihak penjual mau mengikat komitmen kita dengan membuat Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Di dalam PPJB akan ada klausul mengenai komitmen pembeli atas jangka waktu tertentu untuk menyelesaikan seluruh pembayaran terkait transaksi pembelian rumah tersebut.

         Supaya kamu ga “deg-degan” pada saat nunggu persetujuan KPR dari lembaga finansial, baiknya kamu pelajari juga mengenai tahapan proses KPR supaya kamu dapat gambaran yang lebih jelas mengenai hal-hal yang terjadi di saat permohonan KPR kamu sedang diproses lebih lanjut.

Informasi rincinya kamu bisa baca di artikel berikut: Mengenal tahapan proses KPR.


Yuk ikutan mailing list KPR Academy

Thank you! Your submission has been received!

Oops! Something went wrong while submitting the form